Sabtu, 02 Agustus 2014
Ternyata Diam di Tempat
Ada tak ada kembali tiada. Utara Selatan Timur Barat berakhir di
Tenggara. Tak pernah ku lihat apalagi baca bisa-bisanya aku
menjadi-jadi. Ke dadamu yang tiada praduga ingin ku jatuhkan segala
gaduh riuh kepala pada awalnya. Aku menyukaimu dengan segala ketidak
warasanku, oh ini sesuatu hil yang
mustahal sampai ingin ku dekap hatimu sebagaimana erat ku peluk sebuah
rahasia. Lantas ku
lihat takdir berdiri angkuh serta garis tangamu tentang aku yang
mengabu, sepertinya ku harus angkat paksa kemudiku untuk bergegas
menjauh. Sampai
saat ini merasa keberadaan dan ketiadaanmu saja masih membuat sesak
rongga dada, oh aku jatuh cinta dan patah terlalu terburu-buru. Tapi
bukankah lebih baik patah terburu-buru, patahan sekarang masih kuat
menopang tak seperti rapuhan nanti tiada kaitan. Dengan lincahnya aku
meloncat dari hati yang satu ke hati yang lain, padahal jangankan
berjingkrak jalan pelan pun tidak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar