Selasa, 16 Mei 2017

Cerita yang Disempurnakan



Seorang kawan kecil saya bercerita pada kami. Dia diminta menjadi pembawa dan pemeriah di sebuah acara saklar mantan kekasihnya. Hubungan mereka berlangsung belasan lama. Sebelumnya laki-laki itu malah meminta menghabiskan malam bersama, melakukan percakapan-percakapan tubuh sebelum hari pernikahannya tiba. Mereka berpisah bukan karena sudah tak cinta, melainkan atas nama Tuhan yang diucapkannya berbeda. Laki-laki itu menjalani delapan tahun bersama dengan perempuan yang dikenalnya dari sebuah ritual agama. Kawan saya masih turut serta dalam delapan tahun kebersamaan mereka.

Bodoh adalah bahan dasar cinta. Jika kawan lainnya memarahi, tapi tidak dengan saya. Saya tak punya hak menegur atas karena harga diri dan ketidaktahuan dirinya. Kawan saya punya akal dan nalurinya sendiri, tanpa harus terinterpensi sekelilingnya, dia berhak memilih kehendak hatinya.

"H- berapa kau memutuskan tak kan berkomunikasi dan bertemu lagi dengannya?"
H-7 katanya lantang, sambil menganulir menjadi H-3. 

Saya semakin ragu akan segala makna pernikahan. Mengapa kita didoktrin budaya harus menikah hanya karena omongan tetangga, saudara dan penyempurnaan ibadah; untuk memiliki keturunan dalihnya, agar tua nanti ada yang urus dan mati ada yang membacakan doa.


Menikah bukan lah akhir, dari segala rasa, asa dan kemerdekaan yang direnggut paksa hanya karena dogma. Berbahagialah dan terimalah setiap sakitnya bahwa kita tidak memiliki kuasa apa-apa di hidup ini.

Bagaimana Mungkin Bersinar di Suatu Tempat jika Bukan Takdirmu di Tempat itu


Ketika pengalaman kerja saya baru berpindah kira-kira  >5<10 tempat, saya punya prinsip bahwa harga diri seseorang adalah ketika dia bekerja, tapi hari ini dan beberapa banyak bulan belakangan ketika sudah berpindah tempat >/ 11 paradigma saya berubah. 

Saya di usia kepala dua ini sudah mengalami banyak hal dalam dunia kerja. Saya merasa sudah lelah dan hampir segala senang dan duka di dunia kerja sudah saya lalui. Penghasilan yang sekarang ini (gaji dan di luar gaji) saya kira sudah cukup, mengingat gaya hidup saya yang apa adanya pun masih dapat terpuaskan, permasalahannya hanya belum stabil, yang penting tak punya utang.

Sebelum membaca kalimat ini pasti kalian melihat gambar dengan quote besar yang sudah sering kalian dengar pada iklan sebuah coklat. Ketika pertama kali melihat iklan itu saya agak tersedak. Bagaimana mungkin kamu bisa bersinar di suatu tempat jika bukan takdirmu di tempat itu, pikirku. Saya sangat mengAamiini quote klise yang berbunyi orang tepat di tempat yang tepat.

Performa seseorang terkadang tidak hanya bisa dilihat hanya karena dia tidak bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Tapi, rekan dan atasan yang kooperatif, suana kerja yang menyenangkan, infrastruktur yang memadai mengambil alih gairah kerjamu di sana. 
Jika seseorang pekerja tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, tidak hanya pekerja itu yang harus intropeksi namum tempat ia bekerja pun harus dikoreksi. Mungkin ada yang salah.

Mengambil quote dengan perubahan dari salah satu tulisan yang pernah saya baca.
Apa yang dapat saya kerjakan sendiri, baiknya saya kerjakan sendiri. Tak perlu suka menyuruh-nyuruh, tak pernah punya kebiasaan senang memerintah-merintah. Tak heran jika saya tak sudi diatur-atur, diperintah-perintah.
 “Tulang punggung saya terlalu keras untuk membungkuk di hadapan siapa pun.”

Apakah duduk di kantor 8 jam atau lebih efektif?
Tidak menurut saya.
Kita harus melakukan hal lain selain bekerja, kita harus berkumpul dengan keluarga dan teman, kita harus bercengkrama dengan pasangan, kita harus menyalurkan hobi, kita harus berolah raga, kita harus punya pleasure yourself.
Lembur boleh, tiap hari jangan!

Kebutuhan akan Penghasilan dan Gaya Hidup
Seorang kawan yang beberapa kali kedapatan setiap nongkrong (pura-pura) tidak membawa ATM dan uang tunai mengajak saya mengobrol hal yang menurut saya tidak produktif di sebuah kafe. Bersikeras saya menolaknya. Saya bilang saya lapar dan uang dua puluh lima ribu rupiah hanya cukup membeli ice lychee tea yang lecinya pun sudah dipotong kecil-kecil, sedang di sini (di sebuah rumah makan Aceh) saya bisa makan karbohidrat.

Kita semua butuh uang untuk makan dan bertahan hidup, kita butuh bertemu kawan tapi tidak sekadar nongkrong hore hanya untuk menunjukan level.

Ketika Kecintaanmu Terhadap Sesuatu Menganggu Warasmu


Pernakah kamu jatuh cinta sebelum bertemu? dulu saya tak mempercayainya, sekarang saya sedang. Dialah gadis cantik gempal yang lahir pada tanggal 11 Maret 2015 silam di negara bagian Amerika Serikat, bernama Kinsley Raina. Saya tak mengenalnya dan pasti tak kan pernah bertemunya pun, tapi pada bulat hitam penuh teduh matanya, hati saya jatuh. 


Berawal dari kolom discovery sebuah jejaring sosial, saya melihatnya begitu renjana.



Ditambah postingan teman kuliah saya yang menampilkan videonya yang sedang asik bermain air membuat saya ingin melihat kelucuannya lagi, lagi dan lagi.


Ketika menciptakaannya, mungkin di dalam perut Tuhan sedang panen kupu-kupu. Indah dan saya percaya tidak seorang pun dapat menolak pesonanya.



Tiada hari tanpa melihat tumbuh kembangnya dari dunia maya. Sampai akhirnya 1 November 2016 menjadi hari di mana akunnya berhenti memposting foto dan video. Ibunya; Tiffany Graham (lahir sebagai triplet dengan saudara kembar yang bernama Jamie Graham dan Melissa Graham pada tanggal 6 Oktober 1992, sebelumnya Tiffany pernah menjadi tenaga kesehatan di United States Air Force*) yang bertindak sebagai pemilik akun mengatakan pada caption profilenya 'halaman akun ini akan ditutup karena masalah pribadi, doakan kami terus' dan unggahan video Kinsley berikutnya yang bersuarakan memanggil-manngil ayahnya di sebuah gawai.

Dengan pencarian pada internet dan berbekal data seadaannya spekulasi saya berkembang perihal eksploitasi anak, karena beberapa halaman pada internet mengulas perihal masalah ini dan beberapa orang membuat petisi agar sang ibu menutup akun anaknya, dikarenakan terkadang para orang dewasa mengomentari Kinsley dengan bahasa kotor dan umpatan kasar.

Bulan berubah, hingga tahun berganti, akunnya tetap belum memposting apa-apa, padahal ada Natal dan Tahun Baru yang harusnya mereka rayakan dengan penuh suka cita dengan dokumentasi-dokumentasi yang diabadikan penuh gembira. 

Semakin rindu hati ini sampai ada postingan baru tentangnya yang datang bukan dari akunnya langsung, melainkan saya dapatkan dari sebuah hestek yang muaranya ternyata dari akun sahabat kecil Tiffany; Amy.
Biasanya tingkat penambahan usia selalu berbanding lurus dengan pudarnya kelucuan seorang bayi dan balita. Sudah besar sekali dia dan tidak mengurangi rasa cinta di hati saya.



Singkat cerita pada hari-hari yang sangat merindu, ada hari di mana saya menemukan akun baru ayahnya sedang menggendong bayi yang dijulukinya bernama baby hippo, ayahnya bernama Christian Wilcox (lahir 9 November 1990, bekerja sebagai meteorologist di  U.S. Navy dan seorang bodybuilder*)  



Rindu saya terobati sesaat. Melihat senyumnya, melihat giginya yang hampir penuh, melihat dia tertidur. Semua terasa surga. Mengurangi ketakukan saya tentang makna kelahiran anak yang sering saya teriaki dengan dalih over populasi.



Sampai akhirnya, teka-teki penutupan halaman akun Kinsley yang dulunya akun Tiffany terungkap.





Ada bunga lain mekar di hati Christian, bunga itu bernama Bridgitte Olivia, secara visual memang lebih indah, lebih tinggi, lebih semampai dan pastinya lebih proposional dan tanpa terasa air mata saya terjatuh. Bukti ini sekaligus mengAamiini pandangan hidup saya tentang makna kecantikan dunia.

Semua mungkin telah selesai untuk Tiffany dan Christian, mengalahkan banyak hal yang pernah dilalui bersama tanpa pula memandang Kinsley sebagai benih dari persenggamaannya yang ternyata tanpa gaun mewah dan pemberkatan yang sekali lagi mematahkan prinsip saya tentang pembolehan tinggal bersama sebelum menikah asal cinta. Mereka hanya melakukann pertemuan keluarga di November 2013 tanpa ikatan pernikahan. Di sini kita bisa lihat laki-laki bisa pergi begitu saja tanpa adanya hukum dan agama yang mengikat, tanpa melihat anak yang akan menjadi korbannya.


Tidakkah kau Christian mengingat akan kecintaan Tiffany terhadapmu?
Dia selalu memujimu tampan, dia bilang kau hebat, di matanya kau tanpa cela. Kau bagai savior dan keeper bagi hidupnya. Kau pelaut kesayangannya. Dia rela setiap hari ke tempat kebugaran, berlatih dan berdiet keras agar dapat menyeimbangimu, tapi kita semua paham cinta cuma di awal, selebihnya kemampuan atas keinginan tetap bersama.






Tapi apa pun keputusan dan kejadian akan kelak, semua yang terbaik untuk kalian, terutama untuk bayi kecintaan kita semua; Kinsley Raina. Hi Tiffany, Tuhan tidak akan mengambil sesuatu darimu tanpa menggantinya dengan yang lebih baik. Terima kasih telah melahirkan anak malaikat.

Beberapa akhir dari tulisan ini, teruntuk wanita pemenang hati Christian sekarang, semua orang pasti sependapat Christian diberkati Tuhan wajah dan tubuh sempurna, tapi jauh sebelum dia mengenalmu, Christian sudah melakukan hal yang mungkin kini kau lakukan dengannya, berfoto bersama bahkan dengan pose dan moment yang sama. Mungkin saja suatu hari dia akan melakukan hal yang sama terhadapmu seperti ke Tiffany dulu dan sekarang.


Terakhir, terima kasih ku untuk seorang Christian atas perbuatan pencabulan dan pembunuhan adik tirimu sendiri (Sierra Wilcox) dengan itu kau dan kita semua sadar bahwa di luar sana akan banyak orang-orang yang menerima dan mencintai kita apa adanya dengan seperangkat masa lalu yang kelam.


Maaf untuk tulisan yang sedikit banyak terdapat aspek penilaian pribadi dan kejadian ini bisa saja menimpa kita semua, yakni ditinggalkan orang terkasih. Entah karena keadaan, entah karena orang yang lebih memikat.